Friday, November 12, 2010

Makes Me Feel Heartsick

heartsick?
gimana rasanya?
buat gue, itu terasa ketika harus menjadi dua orang yang berbeda sekaligus

oh,bukan.
mungkin lebih tepatnya: menjadi dua orang yang kasusnya berbeda.
ya, gimana rasanya?

bukan sembarang kasus, tapi kasus yang sudah lumrah dengan kata hard-feeling.
maksud gue kasus perasaan, tentu saja.
tapi, tetap saja.
keduanya adalah dua orang yang sama bodohnya.
  

kasus pertama.
jadi orang yang masih suka sama orang di masa lalu, gimana rasanya?
orang ini bukan mantan dan bukan siapa-siapa yang pernah menjadi 'status'.
orang ini cuma salah satu kenangan gue, which are still imprinted and maybe  irreplaceable :(

gimana rasanya waktu sadar ga akan semudah itu melupakan orang ini?
gimana rasanya waktu sadar kita masih merindukan saat-saat bersama orang ini?

gimana rasanya harap-harap cemas tentang apakah orang ini juga menyimpan perasaan yang sama?
gimana rasanya waktu diyakinkan dan akhirnya percaya bahwa orang ini memang menyimpan perhatian yang sama?
gimana rasanya waktu orang ini menyampaikan perasaannya lewat semua kata, laku, dan pandangan mata yang bisa meluluhkan?

namun ketika semuanya itu memucak. .
gimana rasanya waktu orang ini bilang, "okay, gue ga serius"?


kasus kedua.
jadi orang yang ternyata masih 'diingat' sama mantan, gimana rasanya?
senang? surprised? affected? pastinya :) well, i don't wanna be a hyprocrite

tapi, gimana rasanya waktu sadar perasaan kita buat dia udah bukan seperti yang dulu?
gimana rasanya waktu sadar dia masih menyimpan rasa sampai sekarang, padahal kita menginginkan dia untuk melupakan?

gimana rasanya menginginkan dia bisa move on dan tetap survive tanpa kita?
gimana rasanya menyimpan perasaan bersalah, jenuh, namun sekaligus peduli dan terharu?
gimana rasanya ingin mengucapkan maaf dan terimakasih bersamaan?

dan setelah semua hal itu. .
gimana rasanya waktu dia mengakui, "i will always remember our story"?
thanks for everything for him, that all are really meaningful for me :))


lalu?
rasanya seperti apa?
seperti orang bodoh. miris.

karena di satu sisi kita mengharapkan orang yang nggak akan pernah bisa jadi 'sesuatu' buat kita,
tapi di sisi lain kita malah menyia-nyiakan orang di depan mata yang masih bisa menyimpan 'sesuatu' itu buat kita.

dua-duanya memang  membuat gue menjadi orang bodoh.
dua-duanya memang orang-orang di masa lalu.
dua-duanya memang segelintir kenangan di masa yang berbeda.

dan ketika harus menghadapi keduanya,
gimana rasanya?


                                                                   The Unfailing Regards,

1 comment: