Saturday, February 23, 2013

"Selamat bergabung.." :)

1:44 am.
dini hari aku masih terjaga.
oh bukan, lebih tepatnya aku kembali terjaga setelah tertidur selama kira2 dua jam lalu.
aku terbangun karena satu hal.

satu pikiran itu seolah menyentakku sampai aku terhentak dari mimpi dini.
mari, aku cerita sedikit tentang 'pikiran' apa itu, berhubungan dengan apa yang kurasakan hari ini.


1:53 am.
beberapa menit yang lalu, sesuatu menyadarkan saya.
ada hal yang berubah, yang menjadi awal yang baru buat saya.

"Selamat bergabung kepada teman-teman asisten baru yang lolos pada seleksi tanggal 22 dan 23 Februari 2013. Berikut ini daftar nama asisten yang akan bergabung dalam Laboratorium Teknik Industri Dasar:"

dan dalam daftar yang dimaksud itu, ada nama saya..
seketika perasaan berkecamuk.
senang? pastinya. itu jelas membanggakan.
bagi saya itu menjadi 'prestasi' besar dalam hidup saya sampai saat ini.
tapi takut? cemas?
ya..sayangnya, itu juga menjadi hal yang saya rasakan sampai detik ini.


1:57 am.
Jadi begini.
sejak sebulan yang lalu, belakangan ini saya merasa begini:
"Asisten Laboratorium Industri" adalah salah satu jabatan yang paling saya inginkan saat ini sekaligus 'profesi' sampingan sebagai mahasiswa yang saya 'ragukan' bahwa saya bisa mewujudkannya.

dan ketika Tuhan menunjukkan dan memberi kesempatan bagi saya untuk mewujudkannya, saya merasa..bodoh sekali ketika saya harus merasa galau lagi.
saya tau saat ini saya benar-benar harus yakin saya bisa melakukannya.


2:04 am
saya tau ini benar-benar akan menjadi awal yang baik untuk mengawali hari-hari selanjutnya, terutama untuk semester ke depan sebagai mahasiswa, yaitu semester 4.
jujur, saya masih ragu.
tapi saya terus meyakinkan diri bahwa saya mampu.
dan saya terus berdoa semoga saya bisa memegang kata-kata saya, yang saya ucapkan dan janjikan ketika berada di seleksi wawancara beberapa jam yang lalu.


2:08 am.
konsekuensi. tanggung jawab.
itu yang terus-menerus berkutat di otak saya.
mungkin akan ada banyak konsekuensi dan 'rugi' waktu, tenaga, perasaan, pikiran ketika saya menjalani masa jabatan sebagai Aslab.
namun saya tau saya hanya perlu fokus.
dan total dalam hal ini.
seperti apa yang saya katakan pada saat wawancara.
maka saya tidak perlu ragu, takut, dan seharusnya tetap maju dengan bangga. 



2:12 am
terus mengulang dalam diri saya:
"Semoga ini menjadi pilihan yang benar.."

jadi saya mengatakan pada diri saya sendiri:
"Smoga saya benar-benar bersyukur, bertanggung jawab, dan mencintai atas apa yang menjadi pilihan saya."





                                            Unfailing Regards, 

 

Saturday, February 2, 2013

Sangsi

sangsi
setelah jauh melangkah
sebelum menapak terlalu jauh
hati berbisik dalam kata-kata lara
"tempatmu...hatimu...tidak di sini"

takut
ketika dilema membubung
menyadari apa yang sungguh kau inginkan, namun terlambat 
mungkinkah penyesalan datang seiring suara nurani mempertanyakan
"adakah cara untuk memutar waktu kembali?"

goyah
namun kamu berdiri di sana
saat mata menatap mata, seakan memeluk meyakinkan
dan logika-mu berdesir menempuh kekecewaan
"daripada mengandaikan apakah waktu bisa berputar kembali,
bukankah lebih baik memikirkan adakah cara untuk memperbaiki semua yang telanjur nyata ini?



                                                           Unfailing Regards,

Thursday, January 17, 2013

Persis Seperti Waktu Itu

menatap diri, kudapati wajahku  tersenyum
          dengan kamu duduk di sampingku,
         dan jernihnya air danau serta rindang pohon naungi tempat kita duduk, 
persis seperti waktu itu.


sesekali aku menatap, mata itu, senyum itu, wajah yang itu,
                      dengan kamu memandang langsung pada pupil mataku
                               kamu tersenyum, dan wajah itu selalu menyihirku dengan sempurna.
         terpesona yang langsung menjalari sekujur tubuh.
persis seperti waktu itu.


debaran jantung, rasa bahagia, semu merah di pipi,
                              mata yang berseri-seri, mulut yang terus berceloteh,
telinga yang menyimak sepenuh hati, tersihir,
                                         lenganku merangkul pinggangmu,
                   tubuhmu bersandar nyaman padaku, 
                                                                                               persis seperti waktu itu.



dan semua suasana itu..
         saya rindu.

                                                                Unfailing Regards,



 

Sunday, January 6, 2013

(...)

aku hanya ingin berlari.
lari.
terus.
dalam pikiranku, aku berlari sampai bertelanjang kaki.


sampai ada seseorang...
mengalihkan lari dan membuatku berhenti.


aku hanya ingin ada seseorang..
karena mungkin aku hanya butuh..

'tempat' yang tepat mencurahkan
segala 'sampah' dari nestapa dan jua suka yang menyesaki diri.

tanpa 'menghakimi'.


lalu rayu nestapa ini untuk menyingkir.

bolehkah aku berharap itu kau?
bisakah aku cerita apapun padamu?
benarkah aku bisa mencurahkan APAPUN kepada kamu?



 
                                                                                               Unfailing Regards, 

Invisible...























































































































Look...















































































































I'm invisible, don't you see?


























































































































but, all i hope is still..

















































































you are the one that  
                    can see me
                                                 when I'm invisible..









-Invisible Girl